Author: Teknava

  • Biografi Abdulfattah Jandali: Sosok Ayah Kandung Steve Jobs yang Jarang Diketahui Dunia

    Biografi Abdulfattah Jandali: Sosok Ayah Kandung Steve Jobs yang Jarang Diketahui Dunia

    Nama Steve Jobs dikenal luas sebagai pendiri Apple dan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah teknologi modern. Namun, di balik kisah sukses tersebut, ada satu sosok yang jarang dibahas secara mendalam, yakni Abdulfattah โ€œJandaliโ€ Jandali, ayah kandung Steve Jobs. Kisah hidup Jandali bukan hanya menarik dari sisi keluarga, tetapi juga memberikan sudut pandang berbeda tentang latar belakang budaya dan intelektual yang secara tidak langsung membentuk Steve Jobs.

    Latar Belakang dan Asal-Usul Jandali

    Abdulfattah Jandali lahir di Homs, Suriah, pada tahun 1931. Ia berasal dari keluarga Muslim yang cukup terpandang dan menaruh perhatian besar pada pendidikan. Sejak muda, Jandali dikenal sebagai sosok cerdas dan ambisius. Ia kemudian mendapatkan kesempatan langka untuk melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat, sebuah langkah besar bagi pemuda Timur Tengah pada era tersebut.

    Di Amerika, Jandali menempuh pendidikan di University of Wisconsin, mengambil bidang ilmu politik dan ekonomi. Di sinilah perjalanan hidupnya mulai bersinggungan dengan kisah besar dunia teknologi, meskipun saat itu belum ada tanda-tanda apa pun.

    Pertemuan dengan Joanne Schieble

    Saat berkuliah, Jandali bertemu dengan Joanne Schieble, seorang mahasiswi asal Amerika. Hubungan keduanya terjalin secara serius, namun terhalang oleh perbedaan budaya dan latar belakang keluarga. Orang tua Joanne menentang hubungan tersebut, terutama karena Jandali berasal dari Timur Tengah dan beragama Islam.

    Ketika Joanne hamil, tekanan keluarga semakin besar. Akhirnya, keputusan berat diambil: bayi yang dikandung Joanne harus diadopsi. Bayi itu kemudian dikenal dunia sebagai Steve Jobs.

    Keputusan Adopsi yang Mengubah Sejarah

    Steve Jobs lahir pada 24 Februari 1955 dan diadopsi oleh pasangan Paul dan Clara Jobs. Keputusan ini menjadi salah satu momen paling krusial dalam sejarah teknologi modern. Jandali dan Joanne sebenarnya sempat menikah setelah kelahiran Jobs dan memiliki anak lain, Mona Simpson, yang kelak menjadi penulis terkenal.

    Namun, Steve Jobs tumbuh tanpa mengetahui siapa ayah kandungnya selama puluhan tahun. Ironisnya, Jandali tinggal dan bekerja di wilayah yang relatif dekat dengan Jobs di California, tanpa keduanya menyadari hubungan darah tersebut.

    Karier dan Kehidupan Jandali di Amerika

    Berbeda dengan putranya yang menjadi ikon teknologi, Jandali menjalani kehidupan yang relatif sederhana. Ia pernah bekerja sebagai akademisi, lalu beralih ke dunia bisnis dan perhotelan. Salah satu kisah yang sering dikutip adalah ketika Jandali mengelola sebuah restoran di California.

    Dalam wawancara, Jandali mengaku bahwa ia tidak pernah mencoba menghubungi Steve Jobs, meskipun mengetahui kesuksesan luar biasa anak kandungnya. Ia memilih menjaga jarak, menganggap bahwa Jobs telah menemukan jalannya sendiri dalam hidup.

    Hubungan dengan Steve Jobs

    Steve Jobs baru mengetahui identitas ayah kandungnya saat dewasa. Namun, hubungan keduanya tidak pernah benar-benar terjalin. Jobs dikenal sangat tertutup soal kehidupan pribadinya dan memilih untuk tidak membangun relasi dengan Jandali.

    Menariknya, Jobs justru memiliki hubungan yang lebih dekat dengan adik kandungnya, Mona Simpson. Sementara itu, Jandali lebih sering muncul dalam pemberitaan sebagai โ€œayah yang memilih diamโ€ atas pencapaian anaknya.

    Perspektif Budaya dan Pendidikan

    Meski tidak dibesarkan langsung oleh Jandali, banyak pengamat menilai bahwa darah intelektual dan latar belakang akademik ayah kandungnya turut memberi pengaruh secara tidak langsung. Jandali dikenal sangat menghargai pendidikan, filsafat, dan pemikiran kritis nilai-nilai yang juga terlihat kuat dalam kepribadian Steve Jobs.

    Steve Jobs sendiri dikenal sebagai sosok yang tertarik pada spiritualitas Timur, kesederhanaan, dan pemikiran di luar arus utama. Beberapa pihak menilai bahwa latar belakang Timur Tengah ayah kandungnya menjadi bagian kecil dari mosaik identitas Jobs, meski tidak pernah diakui secara terbuka.

    Kontroversi dan Kesalahpahaman Publik

    Nama Jandali sering muncul dalam berbagai artikel dengan judul sensasional. Namun, penting untuk dicatat bahwa ia tidak pernah mengklaim peran atas kesuksesan Steve Jobs. Dalam beberapa kesempatan, Jandali bahkan menyatakan kebanggaannya secara sederhana, tanpa mencoba mengambil keuntungan dari nama besar Apple atau Steve Jobs.

    Hal ini justru membuat kisah Jandali semakin kompleks dan manusiawi: seorang ayah yang secara biologis terhubung dengan tokoh besar dunia, namun memilih hidup jauh dari sorotan.

    Warisan yang Tak Terlihat

    Abdulfattah Jandali bukanlah tokoh teknologi, bukan pula inovator digital. Namun, posisinya dalam sejarah modern tidak bisa sepenuhnya diabaikan. Ia adalah bagian dari kisah awal salah satu inovator terbesar abad ke-21.

    Kisah Jandali juga menyoroti bagaimana keputusan personal, budaya, dan sosial dapat memengaruhi arah sejarah dunia. Tanpa keputusan adopsi tersebut, dunia mungkin tidak akan mengenal Steve Jobs seperti sekarang.

    Kesimpulan

    Biografi Abdulfattah Jandali adalah pengingat bahwa di balik figur besar teknologi, selalu ada cerita manusia yang rumit dan penuh dilema. Jandali mungkin tidak pernah tampil di panggung peluncuran produk Apple atau masuk daftar tokoh berpengaruh dunia, tetapi perannya dalam kisah hidup Steve Jobs tetap menjadi bagian penting dari sejarah.

    Bagi pembaca Teknava, kisah ini memperlihatkan sisi lain dunia teknologi: bahwa inovasi besar sering kali lahir dari latar belakang kehidupan yang tak terduga, penuh kontradiksi, dan sangat manusiawi.

  • Jenis Penipuan Digital yang Paling Marak: Modus, Cara Kerja, dan Cara Menghindarinya

    Jenis Penipuan Digital yang Paling Marak: Modus, Cara Kerja, dan Cara Menghindarinya

    Perkembangan teknologi digital membawa banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari transaksi keuangan, komunikasi, hingga pekerjaan. Namun di balik kemudahan tersebut, ancaman penipuan digital atau online scam juga semakin meningkat dengan metode yang makin canggih dan sulit dikenali.

    Dalam beberapa tahun terakhir, kasus penipuan digital di Indonesia menunjukkan tren peningkatan signifikan. Pelaku memanfaatkan celah literasi digital, kebocoran data pribadi, serta kepercayaan pengguna terhadap platform online. Artikel ini membahas jenis-jenis penipuan digital yang paling sering terjadi, bagaimana modusnya bekerja, serta langkah pencegahan yang bisa dilakukan.

    Apa Itu Penipuan Digital?

    Penipuan digital adalah tindakan kejahatan yang dilakukan melalui media elektronik dan internet dengan tujuan memperoleh keuntungan finansial atau data pribadi korban secara ilegal. Berbeda dengan penipuan konvensional, penipuan digital mengandalkan rekayasa sosial (social engineering) dan manipulasi psikologis.

    Pelaku sering menciptakan situasi mendesak, meniru pihak resmi, atau menawarkan keuntungan tidak masuk akal agar korban bertindak cepat tanpa berpikir panjang.

    Jenis-Jenis Penipuan Digital yang Paling Umum

    1. Phishing

    Phishing merupakan salah satu jenis penipuan digital paling umum. Modus ini dilakukan dengan menyamar sebagai pihak resmi seperti bank, e-commerce, atau layanan digital.

    Korban biasanya menerima:

    • Email atau SMS berisi tautan palsu
    • Notifikasi akun diblokir atau transaksi mencurigakan
    • Permintaan login ulang atau verifikasi data

    Jika korban memasukkan data, pelaku dapat langsung mengambil alih akun korban.

    2. Penipuan OTP dan Social Engineering

    Penipuan ini memanfaatkan kode OTP (One Time Password) yang seharusnya bersifat rahasia. Pelaku mengaku sebagai petugas customer service dan meminta OTP dengan berbagai alasan, seperti pembatalan transaksi atau pengembalian dana.

    Begitu OTP diberikan, pelaku bisa:

    • Mengakses mobile banking
    • Menguras dompet digital
    • Mengubah data akun korban

    Modus ini sering terjadi melalui telepon atau WhatsApp.

    3. Penipuan Investasi Online

    Penipuan investasi digital menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat dengan risiko rendah atau bahkan tanpa risiko.

    Ciri-ciri umumnya:

    • Menggunakan istilah profesional dan grafik palsu
    • Menampilkan testimoni fiktif
    • Mengajak korban bergabung ke grup Telegram

    Setelah dana disetor, korban sulit menarik uangnya atau platform tiba-tiba menghilang.

    4. Penipuan Lowongan Kerja Online

    Modus ini menyasar pencari kerja melalui media sosial atau aplikasi pesan instan. Pelaku menawarkan pekerjaan mudah, fleksibel, dan bergaji tinggi.

    Korban biasanya diminta:

    • Membayar biaya pendaftaran
    • Membeli perlengkapan kerja
    • Memberikan data pribadi sensitif

    Setelah pembayaran dilakukan, pelaku menghilang.

    5. Penipuan Belanja Online

    Penipuan belanja online terjadi melalui toko palsu di media sosial atau website tidak resmi. Harga yang ditawarkan jauh di bawah pasaran untuk menarik korban.

    Ciri-ciri penipuan ini antara lain:

    • Testimoni tidak valid
    • Akun baru tanpa reputasi
    • Metode pembayaran langsung ke rekening pribadi

    Barang sering kali tidak dikirim atau tidak sesuai dengan deskripsi.

    6. Penipuan Mengatasnamakan Kerabat atau Atasan

    Pelaku menggunakan akun palsu atau nomor baru dan mengaku sebagai keluarga, teman, atau atasan korban. Modus ini memanfaatkan kedekatan emosional untuk meminta transfer dana secara mendesak.

    Korban sering tertipu karena:

    • Tidak melakukan konfirmasi ulang
    • Panik karena situasi mendesak
    • Percaya pada identitas yang dikenal

    7. Penipuan Berbasis AI dan Deepfake

    Jenis penipuan digital terbaru memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), seperti suara palsu atau video deepfake. Pelaku dapat meniru suara atasan, pimpinan perusahaan, atau anggota keluarga untuk meminta transfer uang.

    Modus ini dinilai sangat berbahaya karena sulit dibedakan dari komunikasi asli tanpa verifikasi langsung.

    Mengapa Penipuan Digital Semakin Sulit Dihindari?

    Ada beberapa faktor yang membuat penipuan digital terus berkembang:

    • Kebocoran data pribadi dari berbagai platform
    • Rendahnya literasi keamanan digital
    • Kecepatan transaksi digital yang sulit dibatalkan
    • Kepercayaan berlebihan pada pesan online

    Pelaku juga terus menyesuaikan metode mereka dengan tren teknologi terbaru.

    Cara Menghindari Penipuan Digital

    Agar terhindar dari penipuan digital, pengguna disarankan untuk:

    • Tidak membagikan OTP, PIN, atau password
    • Selalu memeriksa alamat website dan akun resmi
    • Tidak tergiur keuntungan instan
    • Mengaktifkan verifikasi dua langkah
    • Melakukan konfirmasi langsung sebelum transfer uang

    Kewaspadaan adalah kunci utama dalam menjaga keamanan digital.

    Peran Platform dan Regulasi

    Platform digital kini mulai meningkatkan sistem keamanan, seperti deteksi akun palsu dan pemblokiran otomatis. Pemerintah juga terus mendorong edukasi literasi digital dan penegakan hukum terhadap kejahatan siber.

    Namun, perlindungan paling efektif tetap berasal dari kesadaran pengguna sendiri.

    Kesimpulan

    Penipuan digital merupakan ancaman serius di era serba online. Dengan berbagai modus seperti phishing, penipuan OTP, investasi bodong, hingga deepfake berbasis AI, setiap pengguna internet berpotensi menjadi target.

    Mengenali jenis-jenis penipuan digital dan memahami cara kerjanya adalah langkah awal untuk melindungi diri. Di tengah kemajuan teknologi, sikap waspada dan literasi digital yang baik menjadi benteng utama agar aktivitas online tetap aman dan nyaman.

  • Tutorial Lengkap Mengatasi Windows Freeze: Penyebab dan Solusi Paling Efektif

    Tutorial Lengkap Mengatasi Windows Freeze: Penyebab dan Solusi Paling Efektif

    Windows freeze atau kondisi di mana sistem operasi tiba-tiba macet dan tidak merespons merupakan salah satu masalah paling umum yang dialami pengguna PC maupun laptop. Dalam kondisi ini, mouse tidak bergerak, keyboard tidak berfungsi, dan layar seolah berhenti total. Masalah ini tentu sangat mengganggu, terutama saat sedang bekerja atau mengerjakan tugas penting.

    Artikel tutorial ini akan membahas secara lengkap penyebab Windows freeze serta langkah-langkah efektif untuk mengatasinya, mulai dari solusi ringan hingga tingkat lanjutan.


    Apa Itu Windows Freeze?

    Windows freeze adalah kondisi ketika sistem operasi Windows berhenti merespons perintah pengguna. Berbeda dengan crash atau blue screen, freeze biasanya tidak menampilkan pesan error, melainkan membuat sistem โ€œdiamโ€ tanpa reaksi apa pun.

    Masalah ini bisa terjadi di berbagai versi Windows, mulai dari Windows 10 hingga Windows 11, dan dapat disebabkan oleh faktor software maupun hardware.


    Penyebab Umum Windows Sering Freeze

    Sebelum masuk ke solusi, penting untuk memahami penyebabnya. Beberapa penyebab Windows freeze yang paling umum antara lain:

    1. RAM Tidak Cukup atau Bermasalah

    Jika kapasitas RAM terlalu kecil atau mengalami error, Windows akan kesulitan menjalankan aplikasi berat secara bersamaan.

    2. Hard Disk atau SSD Bermasalah

    Bad sector, usia penyimpanan yang sudah lama, atau SSD yang mulai menurun performanya dapat menyebabkan sistem macet.

    3. Driver Tidak Kompatibel

    Driver yang usang atau tidak cocok dengan versi Windows sering memicu freeze, terutama driver VGA.

    4. Overheating (Panas Berlebih)

    CPU atau GPU yang terlalu panas akan menurunkan performa sistem secara drastis hingga menyebabkan freeze.

    5. Aplikasi atau Malware

    Aplikasi berat, konflik software, atau infeksi malware dapat membebani sistem tanpa disadari.


    Cara Mengatasi Windows Freeze dengan Mudah

    Berikut langkah-langkah tutorial yang bisa kamu coba secara bertahap.


    1. Tunggu Beberapa Saat dan Cek Respons Sistem

    Saat Windows freeze, jangan langsung mematikan perangkat.

    Coba:

    • Tunggu 1โ€“2 menit
    • Tekan Ctrl + Alt + Delete
    • Jika Task Manager muncul, berarti sistem belum sepenuhnya crash

    2. Gunakan Task Manager untuk Menutup Aplikasi Bermasalah

    Jika Task Manager terbuka:

    1. Tekan Ctrl + Shift + Esc
    2. Cari aplikasi dengan status Not Responding
    3. Klik End Task

    Cara ini sering berhasil jika freeze disebabkan aplikasi tertentu.


    3. Restart dengan Aman

    Jika sistem benar-benar tidak merespons:

    • Tekan tombol Power selama 5โ€“10 detik
    • Tunggu 30 detik sebelum menyalakan kembali

    Hindari terlalu sering memaksa restart karena berisiko merusak sistem.


    4. Cek Penggunaan RAM dan CPU

    Setelah masuk Windows:

    1. Buka Task Manager
    2. Perhatikan tab Performance
    3. Jika RAM atau CPU sering 100%, itu tanda bottleneck

    Solusi:

    • Tutup aplikasi startup
    • Tambah RAM jika memungkinkan

    5. Nonaktifkan Program Startup yang Tidak Penting

    Banyak aplikasi berjalan otomatis saat Windows menyala.

    Cara menonaktifkan:

    1. Task Manager โ†’ tab Startup
    2. Disable aplikasi yang tidak penting
    3. Restart Windows

    Langkah ini efektif mengurangi beban sistem.


    6. Update atau Install Ulang Driver

    Driver bermasalah sering jadi penyebab utama Windows freeze.

    Fokus pada:

    • Driver VGA (Intel, AMD, NVIDIA)
    • Driver chipset

    Cara:

    • Device Manager โ†’ Update Driver
    • Atau unduh langsung dari situs resmi produsen

    7. Periksa Kondisi Hard Disk atau SSD

    Gunakan fitur bawaan Windows:

    1. Buka Command Prompt (Run as Administrator)
    2. Ketik: chkdsk /f /r
    3. Restart jika diminta

    Untuk SSD, pastikan firmware terbaru sudah terpasang.


    8. Scan Malware dan Virus

    Malware bisa berjalan diam-diam dan membebani sistem.

    Gunakan:

    • Windows Security (Defender)
    • Lakukan Full Scan

    Pastikan Windows selalu update agar perlindungan maksimal.


    9. Cek Suhu Laptop atau PC

    Overheating sering menyebabkan freeze mendadak.

    Solusi:

    • Bersihkan kipas dan ventilasi
    • Ganti thermal paste jika perlu
    • Gunakan cooling pad untuk laptop

    10. Update Windows Secara Teratur

    Update Windows membawa perbaikan bug dan stabilitas sistem.

    Namun:

    • Pastikan update berasal dari sumber resmi
    • Hindari update beta jika sistem digunakan untuk kerja utama

    Kapan Harus Install Ulang Windows?

    Jika Windows masih sering freeze meski semua cara di atas sudah dicoba, install ulang Windows bisa menjadi solusi terakhir. Terutama jika sistem sudah lama digunakan atau banyak software konflik.

    Pastikan:

    • Backup data penting
    • Gunakan installer resmi
    • Install driver satu per satu

    Kesimpulan

    Windows freeze adalah masalah umum yang bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari RAM, driver, hingga overheating. Dengan mengikuti tutorial ini secara bertahap, sebagian besar kasus Windows freeze bisa diatasi tanpa harus ke teknisi.

    Kunci utama adalah mengetahui penyebabnya, lalu menerapkan solusi yang tepat. Perawatan sistem secara rutin akan membuat Windows lebih stabil dan nyaman digunakan.

  • iPhone Lipat Diprediksi Masih Terbatas Hingga 2027, Ini Penyebab dan Dampaknya bagi Pasar Smartphone

    iPhone Lipat Diprediksi Masih Terbatas Hingga 2027, Ini Penyebab dan Dampaknya bagi Pasar Smartphone

    Rumor mengenai iPhone lipat kembali menguat menjelang akhir 2025. Namun alih-alih kabar peluncuran dalam waktu dekat, laporan terbaru dari analis industri menyebutkan bahwa Apple diperkirakan masih akan menghadapi keterbatasan produksi iPhone lipat hingga setidaknya tahun 2027. Kondisi ini membuat perangkat yang telah lama dinantikan tersebut kemungkinan tidak langsung tersedia secara luas ketika pertama kali dirilis.

    Prediksi ini memperkuat anggapan bahwa Apple mengambil pendekatan yang sangat hati-hati dalam memasuki pasar ponsel lipat, sektor yang sebenarnya sudah lebih dulu dikuasai oleh Samsung, Huawei, Oppo, hingga Xiaomi.

    Tantangan Produksi Layar Jadi Faktor Utama

    Salah satu hambatan terbesar pengembangan iPhone lipat terletak pada teknologi layar fleksibel. Apple dikabarkan menargetkan standar kualitas yang jauh lebih tinggi dibanding ponsel lipat yang ada saat ini, khususnya dalam hal lipatan layar (crease) yang minim terlihat, daya tahan jangka panjang, serta konsistensi warna dan kecerahan.

    Masalahnya, rantai pasok global belum sepenuhnya siap memenuhi spesifikasi tersebut dalam skala besar. Produsen panel OLED fleksibel masih menghadapi tingkat kegagalan produksi yang cukup tinggi, terutama untuk panel berukuran besar dan beresolusi tinggi yang sesuai dengan standar Apple.

    Akibatnya, meski prototipe internal iPhone lipat disebut sudah ada, produksi massal dalam jumlah besar masih belum memungkinkan.

    Apple Tak Ingin Ulang Kesalahan Produk Generasi Awal

    Berbeda dengan para pesaingnya yang agresif meluncurkan ponsel lipat sejak awal, Apple dikenal lebih memilih strategi โ€œlate but perfectedโ€. Perusahaan asal Cupertino itu ingin memastikan produk pertamanya di kategori baru benar-benar matang, baik dari sisi desain, perangkat lunak, maupun pengalaman pengguna.

    Contohnya bisa dilihat pada Apple Watch, AirPods, hingga Vision Pro, semuanya hadir ketika pasar sudah terbentuk, namun langsung menetapkan standar baru. Untuk iPhone lipat, Apple diyakini tidak ingin mengambil risiko reputasi akibat masalah engsel, layar mudah rusak, atau optimasi iOS yang belum maksimal.

    Pendekatan ini membuat waktu pengembangan menjadi lebih panjang, sekaligus berdampak pada keterbatasan unit saat rilis awal.

    iOS dan Ekosistem Masih Butuh Penyesuaian

    Selain hardware, tantangan lain datang dari sisi perangkat lunak. Sistem operasi iOS saat ini masih sangat berfokus pada layar tunggal dengan ukuran tetap. Menghadirkan iPhone lipat berarti Apple harus melakukan penyesuaian besar pada:

    • Multitasking layar besar
    • Transisi aplikasi saat layar dibuka atau dilipat
    • Optimalisasi aplikasi pihak ketiga
    • Konsistensi performa dan baterai

    Apple juga perlu memastikan ekosistem aplikasinya siap mendukung format baru ini, agar pengalaman pengguna tetap terasa โ€œApple-likeโ€ dan tidak setengah matang.

    Dampak bagi Pasar dan Konsumen

    Jika prediksi keterbatasan produksi hingga 2027 benar terjadi, maka iPhone lipat generasi pertama kemungkinan akan menjadi produk eksklusif, baik dari segi harga maupun ketersediaan. Unit awal bisa sangat terbatas dan hanya tersedia di beberapa negara utama.

    Bagi konsumen, ini berarti:

    • Harga awal kemungkinan sangat tinggi
    • Ketersediaan terbatas di luar AS, Eropa, dan China
    • iPhone lipat tidak langsung menjadi produk mainstream

    Sementara itu, bagi kompetitor, keterlambatan Apple justru memberi ruang untuk terus menyempurnakan teknologi ponsel lipat mereka dan menurunkan harga agar lebih terjangkau.

    Kapan iPhone Lipat Benar-Benar Siap?

    Banyak analis memperkirakan 2026 sebagai waktu pengumuman, namun dengan ketersediaan sangat terbatas. Baru pada 2027 atau setelahnya, iPhone lipat diprediksi bisa diproduksi dalam jumlah lebih besar dan masuk ke pasar global secara lebih luas.

    Jika strategi Apple konsisten seperti sebelumnya, maka iPhone lipat bukan hanya soal desain bisa dilipat, tetapi juga akan membawa pendekatan baru dalam penggunaan smartphone, termasuk integrasi erat dengan iPad, Mac, dan perangkat wearable.

    Kesimpulan

    Meski iPhone lipat masih menjadi produk yang dinantikan, realitas industri menunjukkan bahwa Apple belum akan bermain agresif dalam waktu dekat. Keterbatasan teknologi layar, kesiapan ekosistem, dan standar kualitas tinggi membuat produksi massal iPhone lipat kemungkinan baru benar-benar stabil setelah 2027.

    Bagi Apple, penantian ini adalah investasi jangka panjang. Bagi konsumen, ini berarti satu hal: ketika iPhone lipat akhirnya benar-benar siap, Apple ingin memastikan produk tersebut hadir tanpa kompromi.